Berani bermain api harus siap terbakar. Mungkin itu perumpamaan yang tepat untuk insiden yang di alami oleh peretas ini. Entah karena kelalaian sang peretas atau sudah sedemikian lihainya unit Cyber Crime kepolisian kita, peretas situs Pemerintah Kota Mojokerto di tangkap oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota (Polresta) dan di umumkan ke media perihal penangkapan kedua tersangka pada rabu ( 01/06/16) kemarin
"Benar, pelaku dua orang ini membobol website Pemkot Mojokerto selama kurang lebih 9 bulan. Mereka ditangkap di Malang setelah diintai selama dua bulan,"
Demikian kata Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Argo Yuwono saat di mintai keterangan. Para pelaku sudah menjadi incaran Unit Cyber Crime Polda jatim sejak Maret lalu,namun baru bisa di tangkap pada jumat (27/05/2016) ,keduanya ditangkap di rumah kontrakan di Perum De' Adisucipto Residance, Kota Malang,Jawa Timur.
Insiden Penangkapan ini bermula dari Laporan Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus, yang merasa namanya di catut oleh para pelaku peretasan dengan menampilkan nama Beliau diindex halaman website Pemkot Mojokerto. Menurut penelusuran satucode[dot]com memang beberapa bulan yang lalu tepatnya 23 maret 2016 halaman website Pemkot Mojokerto mengalami insiden peretasan. Peretas hanya menampilkan sejumlah kata-kata yang isinya menyindir Pemerintah Kota Mojokerto.
"Masak sekelas staf PPKM setahun 2015 dapat tambahan honor Rp43.250.000 setahun! Staf PPTK dapat tambahan Rp30.360.000 setahun. Honor sekda aja sebagai pengguna anggaran setahun Cuma Rp18.000.000 kok!. Wah wah wah, enak dong jadi operator tukang ngatur setoran Sekda dan Walikota bisa dapat gaji tambahan,"
situs website yang di retas oleh hacker http://www.mojokertokota.go.id/ harusnya pakai vpn jadi gak kayak gini deh ^_^
https://www.youtube.com/watch?v=hFSmGkNkzf8
situs website yang di retas oleh hacker http://www.mojokertokota.go.id/ harusnya pakai vpn jadi gak kayak gini deh ^_^
https://www.youtube.com/watch?v=hFSmGkNkzf8










Artikelnya sangat bermanfaat ^_^
BalasHapusmakasih gan ^_^
Hapus